Friday, July 23, 2021

Erdogan Dorong Peran Turki di Afghanistan Sepeninggal Pasukan AS

Erdogan Dorong Peran Turki di Afghanistan Sepeninggal Pasukan AS


 

PT Kontak Perkasa - Turki melanjutkan rencananya untuk mengambilalih keamanan di bandara internasional Kabul pasca penarikan mundur pasukan Amerika, meskipun ada tentangan dari Taliban. Turki sedang berunding dengan Amerika untuk mengamankan bandara, yang menurut sejumlah analis merupakan kunci untuk menjaga stabilitas dan kehadiran internasional di Afghanistan.

Taliban telah memperingatkan Turki tentang konsekuensi berat yang akan dihadapi jika militernya tetapi berada di Afghanistan ketika pasukan asing lainnya ditarik mundur. Tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam pidato minggu ini, tampaknya mengecilkan peringatan dan ancaman itu, dan mengindikasikan terus berlanjutnya perundingan.

Erdogan mengatakan soal apakah itu dibahas di tingkat kementerian luar negeri atau tingkat kepresidenan, Turki sedang berupaya melihat pembicaraan seperti apa yang dapat dilakukan dengan Taliban dan apa hasil yang dapat dicapai.

Turki mengandalkan hubungan historisnya dengan Afghanistan dan statusnya sebagai satu-satunya anggota NATO yang mayoritas Muslim untuk membantu meredakan tentangan Taliban. Pasukan Turki di Afghanistan yang beranggotakan 500 orang juga menghindari terlibat konfrontasi militer dengan Taliban.

Namun Huseyin Bagci, Kepala Foreign Affairs Institute yang berkantor di Ankara dan barus aja kembali dari wilayah itu, memperingatkan bahwa Turki terlampau percaya diri .

"Setiap partisipasi Turki dalam hal keamanan bandara di Afghanistan itu akan menjadi bencana bagi kebijakan luar negeri Turki. Taliban mengatakan tidak suka Erdogan dan kehadiran militer Turki. Taliban sangat bertekad mengusir semua kekuatan di sana, dan kehadiran Turki di sana jelas tidak diinginkan," ujar Bagci.

Turki masih melanjutkan pembicaraan dengan Amerika tentang misi bandara itu. Kedua pihak menggambarkan pembicaraan itu berlangsung produktif. Hubungan diantara negara-negara anggota NATO sangat tegang, terutama terkait hubungan dekat Turki dengan Rusia.

Sumber : VOA

 

Kontak Perkasa Futures
PT Kontak Perkasa
PT Kontak Perkasa Futures

No comments:

Post a Comment