Wednesday, July 31, 2019

Kontak Perkasa | Importir Deg-degan Aturan IMEI, Khawatir Dituding Pasok Barang BM

Importir Deg-degan Aturan IMEI, Khawatir Dituding Pasok Barang BM

Kontak Perkasa - Aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang rencananya diberlakukan Agustus 2019 ternyata membuat deg-degan importir alat telekomunikasi. Hingga kini sosialisasi detil terkait aturan itu belum diperoleh.

Salah satu importir di Semarang, Agung Trianto Nugroho mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mengimpor Hand Held Terminal yang biasa digunakan untuk alat pembayaran. Alat tersebut berbasis android dan juga memiliki IMEI.

"Di alat yang kami impor ini juga ada IMEI-nya. Kami sudah impor barang sesuai prosedur, bukan black market (BM)," kata Agung kepada detikcom, Selasa (30/7/2019).

Ia mendengar soal aturan IMEI dan berusaha mencari tahu lewat media atau web Kominfo. Namun Agung merasa sosialisasi masih sangat kurang karena banyak hal yang belum jelas terkait pemberlakuannya.

"Kami khawatir karena belum ada sosialisasi yang detail. Kalau perlu verifikasi dan validasi, siapa validatornya dan bagaimana prosesnya. Alat kami juga digunakan untuk pelayanan publik, takutnya berpengaruh saat aturan diberlakukan," jelasnya.

Dari informasi yang ia ketahui, verifikator adalah Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, namun Agung belum tahu prosesnya apakah sebelum clearance atau sesudahya.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

"Apakah saat diimpor atau setelah proses clearance, misal di luar clearance itu butuh berapa lama," tegasnya.

Selain alat Hand Held dari China, Agung juga mengimpor GPS yang juga memakai IMEI. Ia pun berharap Kominfo segera melakukan sosialisasi detail soal aturan tersebut.

"Harapannya Kominfo sosialisasi sesegera mungkin kalau sudah ready. Sesegera mungkin sosialisasi, se-detail mungkin dan publish ke masyarakat," harap Agung.

Salah satu user alat yang diimpor Agung adalah Bus Rapid Transit Trans Semarang. Hand Held digunakan untuk pembayaran non tunai saat naik Trans Semarang. Kepala Badan Layanan Umum UPTD Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan ternyata juga khawatir soal aturan itu.

Ade mengatakan pihaknya tetap mematuhi apapun aturan yang diberlakukan pemerintah. Meski demikian jika aturan IMEI sosialisasinya belum jelas, dikhawatirkan tiba-tiba alat tidak bisa digunakan dan harus kembali ke cara bayar konvensional.

"Kita sebagai warga negara harus nurut, tapi kalau kebijakan tanpa sosialisasi cukup pasti akan muncul kebingungan di masyarakat," kata Ade.

Jika ada pemutihan agar alat bisa digunakan, Ade berharap ada kejelasan soal prosedurnya. Ia menjelaskan saat ini ada 237 alat yang digunakan dan bisa melayani 33 ribu penumpang per hari.

"Kami pengguna mesin tiket dari luar negeri efeknya bagaimana, apakah tiba-tiba tidak bisa digunakan atau harus lakukan sesuatu. Alat kami 237 unit dari luar negeri, kalau tiba-tiba tidak bisa, penumpang kami 33 ribu orang sehari, kami kembali ke zaman bahula, kertas lagi, gotong kertas lagi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aturan IMEI ini rencananya akan menjadi senjata pamungkas dari pemerintah untuk menekan peredaran ponsel black market (BM) di Tanah Air. Menurut informasi rencana yang sudah digaungkan sejak beberapa tahun lalu itu bakal terealisasi pertengahan Agustus 2019.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut yang menjadi fokus utama dalam penerapannya itu bergantung pada tujuh hal yaitu kesiapan Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (Sibina), database IMEI, pelaksana tes, sinkronisasi data operator seluler, sosialisasi, kesiapan SDM, dan SOP Kominfo, Kemenperin, Kemendag, dan operator seluler.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan masyarakat tak perlu khawatir dengan aturan IMEI yang akan diterapkan bulan depan ini.

"Gambarannya nggak ada doomsday lah, bukan kiamat, enggak, tenang saja, orang pada takut, resah. Jadi, orang tuh nggak beli black market dulu, itu saja poinnya karena duitnya nggak masuk ke negara. Itu bukan buat saya, tapi itu buat APBN," ungkap Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, Janu Suryanto, ditemui di kantornya Gedung Kemenperin, Jakarta.

Selain itu juga untuk memperbaiki tata niaga ponsel dan menekan peredaran ponsel ilegal di Tanah Air, serta aturan IMEI memungkinkan pula mencegah pencurian ponsel.

Tuesday, July 30, 2019

Kontak Perkasa | Startup Ini Fasilitasi E-ticketing untuk Desa Wisata

Kontak Perkasa - Perusahaan rintisan ( startup) GOERS menyepakati kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kerja sama ini terkait fasilitas e-ticketing untuk desa wisata.

Potensi pariwisata di daerah tertinggal masih memerlukan perhatian khusus. Dibutuhkan banyak upaya untuk membuat pariwisata menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi setempat.

Dari 122 daerah tertinggal di Indonesia, salah satu provinsi yang masih memiliki Daerah Tertinggal adalah Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, wilayah-wilayah tersebut diupayakan untuk berkembang, salah satunya melalui sektor pariwisata.

Kemendes PDTT tengah mengupayakan pengembangan pariwisata di NTB, antara lain dengan meluncurkan 100 Desa Wisata dan E-Ticketing bekerja sama dengan GOERS. Ini menjadi langkah awal dalam pengembangan pariwisata berbasis digital di NTB.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Saat ini, ada dua desa yang telah terdaftar di aplikasi GOERS sebagai proyek percontohan, yakni Desa Sesaot di Lombok Barat dan Dusun Sasak Ende di Lombok Tengah.

“Salah satu upaya digitalisasi pariwisata di daerah tertinggal adalah dengan memperkenalkan model sistem elektronik atau e-ticketing pada objek-objek wisata maupun desa wisata. Kami menawarkan solusi praktis untuk membangun pariwisata secara digital," kata Direktur Operasional GOERS Niki Tsuraya Yaumi dalam keterangannya, Senin (29/7/2019).

Ini artinya, imbuh Niki, untuk mengunjungi desa wisata di NTB, siapapun bisa melihat informasi paket wisata dan memesan tiketnya melalui laman atau aplikasi GOERS. Peran GOERS dalam digitalisasi pariwisata terhadap desa wisata ini meliputi sistem e-ticketing yang dapat digunakan untuk pencatatan pengunjung baik di lokasi maupun online, serta pelatihan dan pendampingan kepada pengelola desa wisata untuk penerapan teknologi yang berkelanjutan.

Sistem e-ticketing ini memudahkan pengunjung untuk booking dan membeli tiket dari mana saja dan kapan saja, pencatatan data yang lebih akurat dan terarsip melalui sistem. Mitra pun akan memperoleh bantuan program pemasaran yang sustainable, terutama untuk destinasi pariwisata tertinggal yang mungkin belum banyak dieksplorasi dan dipromosikan sebelumnya.

Sementara itu, bagi pemerintah, semua laporan dari kegiatan dan transaksi desa wisata yang ada di aplikasi GOERS bisa diakses secara real time oleh pemerintah pusat. Data yang tersimpan dalam sistem GOERS tersebut bisa menjadi laporan komprehensif bagi kepala desa, pemerintah daerah, maupun pusat di kementerian.

Ke depannya, semua desa wisata di NTB akan ditambahkan secara bertahap, menyusul wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Saat ini, 25 kota di Indonesia telah terdaftar di website dan aplikasi GOERS, lengkap dengan destinasi wisata dan hiburan lainnya.

Monday, July 29, 2019

Kontak Perkasa | Viral, Pelat Nomor Palsu Terekam Kamera E-TLE

Viral, Pelat Nomor Palsu Terekam Kamera E-TLE

Kontak Perkasa - Cerita masyarakat menjadi viral di media sosial Twitter mengenai E-TLE. Seorang pemilik mobil bernama Radityo Utomo (@rdtyou) melaporkan pengalamannya dengan E-TLE.

Cerita bermula saat Radtiyo mendapatkan surat konfirmasi E-TLE untuk pelanggaran sabuk pengaman dengan nomor polisi B 1826 UOR. Nomor tersebut merupakan nomor pelat kendaraannya yakni Yaris 2012.

Namun Radityo terkejut karena saat dikonfirmasi melihat gambar pelanggaran, mobil yang terdapat di gambar bukan mobil miliknya meski modelnya sama yakni Yaris.

Ini dibuktikan dengan gambar mobil miliknya yang berwarna putih, berbeda dengan mobil yang direkam kamera E-TLE berwarna gelap. Orang yang berada dalam mobil juga bukan dirinya.

“Waktu akses itulah saya merasa aneh. Karena waktu pelanggarannya tanggal 18 Juli jam 17.30 WIB di sekitar Monas. Sementara itu waktu saya masih cuti dan lagi menemani istri yang habis lahiran di rumah di daerah Jakarta Timur. Apa iya saya lupa kalau pernah ke Jakarta Pusat tanggal segitu?,” ucap Radityo dalam unggahannya.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Setelah melihat kejanggalan ini, Radityo segera ke satpas E-TLE di Pancoran. Ia menceritakan apa yang dialaminya pada petugas.

Petugas yang mendengar penjelasan Radityo segera mengeluarkan surat pembukaan blokir atas STNK miliknya. Disampaikan padanya juga bahwa petugas kepolisian segera mencari si oknum yang menggunakan pelat nomornya tersebut.

“Untuk teman-teman lain, hati-hatilah di jalan raya karena kadang kejadian buruk menimpa kita akibat kecerobohan orang lain. Kalau ada kejadian seperti ini segeralah kalian tangani supaya tidak berbuntut panjang,” ucap Radityo.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir, menjelaskan, kejadian ini bukan kesalahan sistem. Justru dengan kamera ini ditemukan modus lain untuk mengelabui sistem.

“Jadi pelanggaran yang terjadi itu benar dan terekam kamera. Hanya saja ada orang yang memalsukan nomor register atau pelat nomor itu. Justru dengan kamera ini kami menemukan modus lain dalam pemalsuan pelat nomor kendaraan ini,” ucap Nasir yang dihubungi Minggu (28/7/2019).

Bagi pemilik kendaraan yang pelat nomornya digandakan atau merasa tidak melanggar diingatkan untuk mengkonfirmasi surat konfirmasi E-TLE yang dikirimkan. Polisi akan menyelesaikan seperti pengalaman warga net tersebut yakni dibukakan pemblokiran STNK miliknya.

Friday, July 26, 2019

Kontak Perkasa | Cara Blokir Konten di YouTube agar Anak-anak Tak Lihat

Cara Blokir Konten di YouTube agar Anak-anak Tak Lihat

Kontak Perkasa - Khawatir dengan paparan konten video negatif terhadap anak-anak, tapi juga tidak mau melarang mereka mengakses internet? Solusinya, awasi akses konten yang dikonsumsi anak, keponakan atau adik kalian.

Untuk memenuhi kebutuhan anak dalam mengakses video dengan aman, sebenarnya YouTube punya layanan YouTube Kids yang bisa didownload di Google Play Store dan Apple App Store. Di dalam YouTube Kids, Google telah melakukan kurasi konten agar hanya konten-konten yang relevan dengan anak-anak yang ditampilkan.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Di samping itu, terdapat sejumlah fitur yang membantu orang tua mengawasi konten yang dilihat anak-anak, mulai dari 'Konten yang Disetujui Orang Tua, Profil Anak, Pemblokiran, Histori Tontonan, Pelaporan Video, hingga Timer.

Jika dengan memberikan akses YouTube Kids saja dirasa masih belum cukup, kalian bisa memanfaatkan fitur 'Konten yang Disetujui Orang Tua' pada layanan ini. Ada dua cara untuk memblokir konten.

Dari layar utama

1. Login ke aplikasi YouTube Kids.
2. Tap tiga titik bertumpuk vertikal di samping video.
3. Tap 'Blokir Video Ini' atau 'Blokir Channel Ini'
4. Masukkan nomor yang tertulis di layar atau masukkan kode sandi kustom kalian.

Dari halaman video

1. Login ke aplikasi YouTube Kids.
2. Tap tiga titik bertumpuk vertikak di bagian atas video.
3. Tap 'Blokir'.
4. Di kotak dialog yang muncul, pilih 'Blokir Video Ini' atau 'Blokir Channel Ini' untuk memblokir channel yang terkait dengan video.
5. Tap 'Blokir' lagi.
6. Masukkan nomor yang tertulis di layar atau masukkan kode sandi kustom kalian.

Jika kalian berubah pikiran tentang video atau channel yang telah kalian blokir, kalian bisa menghapusnya di 'Setelan'.

1. Login ke aplikasi YouTube Kids.
2. Buka 'Setelan'.
3. Tap 'Batalkan Pemblokiran Video'.
4. Tap 'Ya, batalkan pemblokiran'.

Thursday, July 25, 2019

Kontak Perkasa | Jangan Dibuang, Sisa Air dan Ampas Kopi Bisa Suburkan Tanaman

Jangan Dibuang, Sisa Air dan Ampas Kopi Bisa Suburkan Tanaman

Kontak Perkasa - Selain bisa jadi penyemangat manusia untuk beraktivitas, kopi juga bisa suburkan tanaman. Karenanya sisa kopi jangan buru-biru dibuang.

Tanaman diketahui sangat membutuhkan nitrogen. Nitrogen tersebut dibutuhkan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.

Dilansir dari House Beautiful (23/7) kopi merupakan sumber nitrogen yang besar. Beberapa jenis tanaman yang membutuhkan tanah yang lebih asam bisa memperoleh dari nitrogen tersebut. Seperti pada tanaman blueberry, azalea, rhododendron, mawar, violet dan masih banyak lagi.

Namun, jangan serta merta langsung menyiramkan kopi ke tanaman. Ada acara-cara tertentu yang harus dilakukan agar bisa dapat hasil yang maksimal. Daun tanaman tidak berubah warna menjadi kuning atau cokelat.

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Pertama, kopi yang digunakan untuk menyiram tanaman harus berwarna hitam. Tetapi jangan tambahankan gula, susu atau pemanis lainnya. Cukup kopi saja yang diseduh seperti biasa. Kemudian siram ke tanaman dan lakukan dalam waktu seminggu sekali dengan jumlah yang sedikit.

Bukan hanya air kopinya saja yang bermanfaat untuk tanaman. Ampas kopi pun bisa dijadikan pupuk kompos sehingga tanaman bisa tumbuh lebih subur lagi. Selain itu manfaat dari ampas kopi juga bisa mencegah munculnya hama seperti siput, kucing dan kelinci yang akan merusak tanaman.

Jika Anda termasuk penggemar kafein, maka cara ini bisa sekaligus mengurangi limbah kopi yang dibuang tiap pagi.

Wednesday, July 24, 2019

Kontak Perkasa | Sedihnya Anies Orang Miskin di Jakarta Harus Beli Air Rp 600.000/Bulan

Sedihnya Anies Orang Miskin di Jakarta Harus Beli Air Rp 600.000/Bulan

Kontak Perkasa - Belum seluruh warga Jakarta mendapatkan akses air bersih yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alasannya karena penyediaan infrastruktur jaringan pipa air bersih belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengungkapkan persoalan kebutuhan air di Jakarta, termasuk beban yang harus dipikul rakyat kecil untuk membayar mahalnya air bersih.

Anies Baswedan mengungkapkan mahalnya biaya yang harus dibayar oleh masyarakat di Jakarta untuk mendapatkan air bersih. Hal itu imbas dari belum meratanya jaringan pipa air bersih.

Anies mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat yang belum dijangkau oleh pipa air bersih mencapai Rp 600 ribu per bulan. Sementara yang sudah tersambung pipa hanya Rp 120-150 ribu per bulan.

"Kalau lihat harganya mereka menghabiskan uang Rp 600 ribu per bulan, sementara yang berlangganan air pipa, air minum itu Rp 120-150 ribu," kata Anies, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga : Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Yang lebih menyedihkan, lanjut Anies, masyarakat yang harus membayar air lebih mahal adalah kalangan menengah ke bawah, atau cenderung yang kurang mampu.

"Yang terlayani dengan pipa baru sekitar 57%. Ini salah satu tantangan kita, bahwa bagi masyarakat yang secara sosial ekonomi rendah, dia terpaksa membayar lebih tinggi untuk air minum dibandingkan dengan masyarakat yang sudah lebih sejahtera," jelasnya.

Atas dasar itu, pihaknya akan menggenjot jaringan pipa air bersih guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Salah satu caranya adalah mengambil alih penyediaan pipa air dari private sector (pihak swasta).

Anies mengungkapkan alasan belum banyaknya jaringan air bersih yang menjangkau seluruh masyarakat. Menurut dia hal itu disebabkan lambatnya pembangunan jaringan pipa oleh pihak swasta.

"Ketika privatisasi dilakukan, tahun 1997 jangkauan air pipa di Jakarta 45%. Private sector berencana dalam 25 tahun membangun menjadi 82% jangkauannya. Dan 25 tahun itu adalah tahun 2023 ini. Sampai dengan tahun ini yang tercapai itu baru 57%," kata Anies, Selasa (23/7/2019).

Artinya, lanjut Anies dalam waktu 22 tahun pihak swasta ini hanya menambah jangkauan jaringan pipa sekitar 12% saja. Dia menilai itu tidak cukup. Tidak mungkin dalam sisa waktu hingga 2023 mereka bisa menambah jangkauan sesuai yang direncanakan.

"This is not enough, dan ke depan tidak mungkin dalam waktu tiga tahun mereka investasi untuk menyelesaikan itu," sebutnya.

Oleh karenanya, Anies ingin Pemprov DKI mengambilalih itu. Harapannya pembangunan jaringan pipa air bersih bisa dilakukan lebih cepat. Saat ini proses negosiasi dengan pihak swasta ini masih dilakukan.

"Proses negosiasi dan lain-lain sedang berjalan, mudah-mudahan bisa segera tuntas. Kalau itu bisa kita lakukan maka baru kita bicara tentang pasokannya," tambahnya.

Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) mengatakan, berdasarkan data masih ada 25% penduduk Indonesia yang belum mendapatkan akses air bersih.

"Pencemaran air merupakan faktor utama yang menyebabkan keterbatasan akses air bersih bagi masyarakat Indonesia. Saat ini lebih dari 25% penduduk Indonesia belum memiliki akses air bersih," kata CT, Selasa (23/7/2019).

CT memaparkan kebutuhan air bersih semakin meningkat setiap tahun. Oleh karenanya masalah ketahanan air menjadi salah satu isu utama yang harus menjadi perhatian para pihak.

"Beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi sorotan karena dianggap sebagai salah satu negara yang menjadi kontributor terbesar pencemaran laut terutama melalui limbah plastik," jelasnya.

Itu hanya salah satu persoalan yang dihadapi dalam mempertahankan ketersediaan air bersih. Menurutnya penggunaan berlebihan juga menjadikan air bersih semakin langka. Keadaan tersebut diperparah dengan adanya perubahan iklim dan pemanasan global.

Menurut CT harus ada upaya secara berkelanjutan melalui investasi, infrastruktur, hingga sumber daya manusia (SDM). Target di atas menurut dia mustahil dapat dicapai tanpa partisipasi aktif dari semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga dunia usaha.

Tuesday, July 23, 2019

Kontak Perkasa | Nunung Pakai Sabu 20 Tahun, BNN Jelaskan Faktor-faktor Orang Candu Narkoba

Nunung Pakai Sabu 20 Tahun, BNN Jelaskan Faktor-faktor Orang Candu Narkoba

Kontak Perkasa - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan banyak faktor yang membuat orang menjadi pecandu narkoba dalam kurun waktu yang panjang, seperti komedian Nunung. Faktor tersebut bisa dari jenis narkotika yang dipakai hingga pengaruh lingkungan.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan semua jenis narkotika mengandung zat yang bisa menimbulkan candu. Si pemakai akan memiliki ketergantungan pada narkotika.

"Karena semua jenis narkoba memiliki zat adiktif, yang menimbulkan ketagihan dan berakibat kecanduan. Yang artinya memiliki ketergantungan terhadap narkoba yang dikonsumsi," kata Irjen Arman Depari saat dihubungi, Senin (22/7/2019) malam.

Namun Arman belum bisa memastikan apakah Nunung mengkonsumsi narkoba selama 20 tahun berturut-turut atau ada jeda waktu. Arman mengatakan hal itu akan diketahui setelah asesmen.

"Tunggu hasil asesmen, apakah terus-menerus atau ada masa jeda. Termasuk jenis yang digunakan," ujarnya.

Kabag Humas BNN Kombes Sulistyo Pudjo menambahkan, faktor lain berasal dari lingkungan sekitar pemakai. Menurutnya, Nunung menjadi pemakai dengan waktu yang lama karena tak ada keseriusan dari orang terdekat melarangnya.

Baca Juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

"Yang jelas, orang sampai lama gitu yang jelas inner circle-nya ini tidak memiliki cukup kekuatan untuk mampu menyetop, mungkin suami, atau anak bilang jangan, tapi tidak sampai betul-betul dipatuhi oleh Nunung inner circle tidak betul-betul memiliki kemampuan untuk dipatuhi penggunanya. Mungkin dominasi itu tidak juga memiliki memiliki karakter yang tidak bisa dikendalikan oleh suami, suami sudah berkali-kali nasihat, tapi hanya sekadar nasihat nggak sampai bisa melarang," kata Kombes Pudjo.

Pudjo juga berbicara soal faktor pergaulan di sekitar Nunung. Menurutnya, pergaulan juga menjadi salah satu faktor penting yang membuat Nunung susah berhenti memakai narkoba.

"Pengaruh lingkungan itu penting sekali, bergaulnya salah atau mungkin salah satu kawannya bandar. Namun, kalau itu kita nanti kita lihat hasil asesmen gimana, sejauh ini informasi yang kita dengar dia pemakai, tapi yang lebih jelasnya asesmen itu yang akan dinyatakan oleh penyidik dan dibantu BNN," ucapnya.

Pudjo mengatakan mengkonsumsi narkoba dengan waktu yang cukup lama seperti Nunung memang sulit untuk disembuhkan. Salah satu cara yang bisa dipakai adalah berobat dengan intensif.

"Kalau 20 tahun (memakai narkoba) nggak bisa disetop, harus berobat, kecanduan harus berobat. Menyetopnya itu harus dengan pengobatan dan pendampingan keluarga," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menyebut Nunung sudah menggunakan sabu selama 20 tahun. Hal itu didasari oleh pengakuan Nunung dalam pemeriksaan.

"Pengakuan tersangka NN dan suaminya, JJ, dan sudah dituangkan juga dalam berita acara pemeriksaan, ya diakui awal penggunaan 20 tahun yang lalu," kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (21/7).